Penertiban Aset Lahan Milik Pemprov NTT Untuk Pembangunan RSU Pusat

Foto Penertiban Aset Lahan Milik Pemrov NTT Di Kelurahan Manulai II
Bagikan:

Foto Penertiban Aset Lahan Milik Pemrov NTT Di Kelurahan Manulai II

 

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Penertiban aset lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 20 hektar dilakukan untuk keperluan pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Hal ini dikeluarkan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) NTT, Zeth Sonny Libing kepada wartawan, Jumat 17 Januari 2020 disela – sela kegiatan penertiban aset milik Pemprov NTT oleh BPAD NTT di Kelurahan Manulai II.

Menurut Zeth, penertiban aset tanah milik Pemprov NTT adalah sedah ​​sesuai dengan surat keputusan dari Mahkama Agung (MA). “Jadi aset lahan Pemprov NTT ini keseluruhannya seluas 55 hektar, tapi sudah ada yang okupasi sehingga kami melakukan penertiban,” kata dia.

Untuk pembangunan RSUP, jelas Zeth Pemprov NTT menyediakan lahan seluas 20 hektar. “Kami juga berencana akan menertibkan hingga 55 hektar lahan luas milik Pemprov yang ada saat ini,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, terkait dengan pembahasan tersebut, masyarakat sudah memperkarakan hal ini hingga ke tinggkat kasasi. “Dan kami menang dalam proses itu,” ujar Zeth.

Menurut dia juga, saat ini Pemprov NTT mengantongi keputusan inkra dari MA. “Jika ada masyarakat yang mau meminta gugat di pengadilan dan kita akan berperkara di pengadilan. Tapi kita harus melakukan penertiban aset milik Pemprov NTT untuk pembangunan RSUP dengan landasan keputusan MA,” kata Zeth.

Dia menambahkan, Pemprov NTT juga sudah melakukan pendataan untuk 30 warga yang meminta pinjaman dari penertiban aset tersebut. “Kita sudah melakukan negosiasi dengan 30 warga untuk mengalokasikan ke lokasi yang baru sebanyak 30 kapling.” Staf saya sudah melakukan pemngundian kapling melalui pengundian. Tapi kompilasi kegiatan pengundian hanya bisa disetujui oleh warga dan selebihnya tidak mau. Sekarang ini tingal kebijakan dari gubernuar, apakah tetap mau tolong kapling ke 30 orang ini atau hanya diberikan kepada orang-orang yang disetujui ini. Tapi yang jelas pemerintah sudah menyediakan lahan 30 kapling masih di wilayah Manulai II ini, “jelas Zeth (* hayer)


Bagikan:
BACA JUGA:   Bupati Alor Dapat 1,8 M Bantuan Gempa, Untuk Perbaiki Gereja
Advertisement