oleh

Warga Kesal dengan Aksi Sweeping Aparat Kepolisian di Desa Fanating

Zonalinenews-Kalabahi;- Warga Desa Fanating Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, NTT, kesal terhadap tindakan polres Alor dibawah pimpinan Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K., M.Si. yang melakukan aksi sweeping. 14 januari 2020, pagi.

Seorang warga di Desa Fanating, Elifas Malufana keluarga WM korban pembacokan, kepada Zonalinenews mengatakan, kesal terhadap Kepolisian Resor Alor yang melakukan sweeping tanpa izin pemerintah di Desa Fanating.

“Kami ini korban, kami bingung melihat Aksi mereka (Polisi) yang kemarin (14 Januari 2020), Jam 7 pagi. Kami pihak korban, tapi ada saja beberapa masyarakat kami yang dipukul dan dibawah ke polres.” Kata Elifas Malufana, kepada wartawan di Desa Fanating, Rabu 15 Januari 2020.

Baca Juga http://www.zonalinenews.com/2020/01/ polres-alor-amankan-dua-senapan-puluhan-parang-dan-ratusan-panah/

Rumah-rumah masyarakat Desa Fanating, tutur Elfis digrebek secara paksa, dan menyita barang-barang kebudayaan Alor.

“Rumah-rumah warga digrebek paksa, dan mengambil barang kebudayaan kami berupah busur, anak panah, kalewang, dan Parang. Apakah ini pihak kepolisian sudah bekerja sesuai SOP, ” tanya Elifas Malufana, yang juga adalah Ketua RT 006 Lomalohi.

Meski begitu, lanjut Elifas berharap pihak Kepolisian bisa bekerja dengan baik untuk tangkap oknum FM (20), pelaku pembacokan di Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara, Senin 13 Januari 2020 lalu.

“Kepolisian Secepatnya menangkap Pelaku pembacokan, dan diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” kata Elifas Malufana.

Menurut Elifas Malufan,
pihak keluarga korban masih percaya pihak Kepolisian Resor Alor dalam bekerja, terutama tuntaskan segala bentuk kriminal yang terjadi di bumi persaudaraan, Alor, NTT.

“Kami percaya pihak kepolisian dalam bekerja, kami serakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sebab itu tugas polisi. Ya, harus di tangkap. Kita hidup di Negara hukum, jadi yang salah hukum saja sesuai aturan yang ada. Orang angkat barang tajam untuk mengamcam saja bisa di pidana, apalagi ini sampai melakukan tindakan kriminal berat,” tutur Elifas.

Korban, kata Elifas sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD kalabahi, dan masih kritis.

“Anak kami WM sudah operasi, masih kritis, hasil pemeriksaan kemarin itu bagian kepalanya para sekali om (Wartawan), semoga Tuhan pulihkan anak kami,” kata Elifas, sedih.

Elifis pastikan kondisi wilayah desa Fanating Khusus Lomalohi sekarang aman, tidak ada lagi keributan yang luar biasa.

“Fanating Aman.. saya pastikan aman. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa” Tutupnya.

Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K.,M.Si. Ketika dikonfirmasi Zonalinenews di ruang kerjanya, mengatakan, Sweeping itu dilakukan pihak kepolisian ketika warga Fanating (Korban) merasa kesal dan memblokir jalan umum, menutup akses transportasi jurusan Kalabahi-Moru, tepatnya di Desa Fanating.

“90 anggota polisi saya langsung pimpin jam 6 pagi kita Sweeping dan amankan banyak senjata tajam. Ada busur, panah, parang, ada juga dua senapan angin,” kata Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K.,M.Si, di ruang kerjanya, saat jumpa pers.

Lanjut AKBP Darmawan Marpaung, mengatakan, Polisi berusaha menfasilitasi untuk membuka jalan namun warga tetap tidak mau membuka jalan. Mereka meminta jalan akan dibuka jika Polisi sudah menangkap FM (20) pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban WM (18) pemuda asal Desa Fanating kritis.

Menurut Kapolres, seharusnya warga tidak menutup badan jalan umum karena akan mengganggu arus lalu lintas Kalabahi – Moru dan menghambat para penguna jalanan.

“Apa hubungannya menutup jalan umum dengan pelaku penganiayaan.? Saya sudah bilang ke mereka bahwa penangkapan pelaku itu menjadi tugas Polisi. Kenapa tutup jalan.? Kan nanti warga tidak bisa aktivitas ke pasar, ke sekolah, ke kantor. Kita minta buka jalan tetap tidak mau, ya saya turunkan anggota saya. Kita sweeping pagi-pagi, warga yang melawan langsung ditangkap;” katanya, tegas.

Aksi penutupan jalan juga kata Kapolres Alor, melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Sebab penutupan jalan tanpa izin otoritas terkait tentu melanggar ketentuan hukum.

“Tutup jalan umum tanpa izin itu melangar aturan hukum. Biasanya kami apel jam 7, tapi saat itu kami apel jam 6 langsung berangkat ke lokasi untuk membuka jalan, warga yang melawan kami tangkap. Kami sudah mengamankan 4 orang pemuda Desa Fanating. 3 terduga pelaku, yang satunya saksi. Kita periksa apakah mereka nanti tersangka atau tidak. Masih diperiksa,” pungkas AKBP Darmawan.

Lanjut AKBP Darmawan, polisi kini memburu terduga pelaku pembacokan FM di Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara. Ia (Kapolres) sudah meminta pelaku FM sebaiknya menyerahkan diri secara baik-baik di Mapolres Alor, sebelum ditangkap Polisi.

“Saya minta pelaku FM ini serahkan diri secara baik-baik. Kalau tidak serahkan diri saya dapat dengan cara saya sendiri, saya patahkan, saya tidak main-main. Dia (Pelaku pembacokan) harus dapat hukuman yang setimpal” Kata AKBP Darmawan, Serius.

Baca Juga http://www.zonalinenews.com/2020/01/ ini-kronologi-kasus-pembacokan-di-alor-kapolres-janji-tangkap-pelaku/

Kapolres menghimbau tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparat Desa Fanating dan Welai Barat agar membantu pengamanan Kamtibmas di wilayah itu. Ia (Kapolres) berjanji akan menangkap pelaku secepat-cepatnya apabila pelaku tidak menyerahkan diri ke Polisi.

“Saya himbau agar kita semua menjaga keamanan. Percayakan kasus ini kepada kami (Polisi), sebab itu tugas kami. Saya janji akan tangkap pelakunya. Saya tidak main-main,” ucapnya, tegas.

Pantauan Zonalinenews, kondisi wilayah Welai Barat sampai Fanating Alor NTT, dalam keadaan kondusif, semua masyarakat beraktivitas seperti biasa.(*Ea)