oleh

Tanggapan Kades Oelasin Soal Rumah Rewot Ditempati Kakak Beradik Siswa SD

Zonalinenews.com-Rote Ndao.Belakangan publik pengguna media sosial dihebohkan dengan kabar dua anak usia sekolah yang ditelantarkan kedua orangtuanya karena himpitan ekonomi. Kedua anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) tersebut yakni Yunita Adu (11)dan Kakaknya Ferdinandus T.Adu(13), kedua kakak beradik tersebut adalah siswa sekolah Dasar Negeri Oelasin, Desa Oelasin ,Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao,Provinsi NTT.

Terkait persoalan tersebut Kepala Desa Oelasin ketika dikonfirmasi zonalinenews.Com Via telepon Selasa 4 Februari 2020, pukul 20:25 Wita mengatakan, kedua orangtua dari anak-anak tersebut pergi mencari hidup keluar daerah dan kedua anak tersebut.

Menurut Kades, Junus Fanggi tidak ditelantarkan dengan alasan bahwa didalam gubuk reot tersebut ada gula (minuman pokok orang Rote)dan ada padi.

Dijelaskan kades, kediaman kedua anak tersebut di dusun okeneka,Desa Oelasin dan dusun tersebut mendapat 3 bantuan Rumah Layak Huni (RLH) Tahun anggaran 2019 dan rencananya tahun 2020 ini baru diberikan kepada Josep Adu ayah dari kedua anak yang diberitakan media beberapa hari lalu yang telah menjadi sorotan publik.

Ia menambahkan,bahwa wali kelas dari kedua anak tersebut ketika pergi mengunjungi anak muridnya tampa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kepala Dusun setempat.

“Waktu pak Guru datang tidak konfirmasi kepada pihak keluarga,jadi mereka sampaikan info di mereka punya grub akhirnya muncul di berita,tapi sebenarnya itu anak dong tidak terlantar,”imbuh kades.

Ketika ditanya menyangkut dengan kepemilikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH ) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang dapat membuktikan bahwa keluarga miskin berhak mendapatkan Raskin dan bantuan lainnya, yang sering terjadi adalah terkadang jatah penerima bantuan sudah dialihkan ke orang lain, Kades Junus Fanggi, berkilah soal hal itu silahkan ditanyakan kepada kepala Dusun Okeneka.

“Oh iya sabar..sabar kaka urusannya bukan saya itu petugas khusus namanya ibu Maya halo..halo..sabar..sabar..Halo iya sabar.sabar..nah jadi begini adik saya ada dapat tamu ini jadi lebih bagus Adik konsultasi langsung dengan Bapa Dusun,”ungkapnya. terbatah batah.

Kades mengatakan bahwa kedua anak tersebut kebanyakan pergi makan di Bapak kecilnya (adik dari ayah) dan kades Junus Fanggi mengakui bahwa rumah tersebut adalah rumah milik Joseph Adu dan anak-anak Yosep Adu tersebut memang tinggal di rumah rewot tersebut dan mengatakan bahwa Tahun ini Joseph Adu akan mendapatkan Bantuan Rumah Layak Huni (RLH).

Sementara itu salah satu Masyarakat Asal Desa Oelasin JN kepada wartawan ketika dimintai tanggapannya terkait persoalan ini mengatakan,seharusnya Kepala Desa mampu melihat situasi karena Dana bantuan Rumah Layak Huni tersebut sangat minimal,Hal itu tergantung pintar-pintarnya mereka di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, apakah ada ruang untuk bantuan Rumah Layak Huni itu kepada misalkan beberapa Kepala Keluarga saja yang memang betul-betul membutuhkan.

“Jangankan rumah, untuk beras saja memang susah, apalagi minta mereka punya swadaya, sementara mereka keluarga paling kecil di Desa tersebut.Tetapi kalau pemerintah Desa menekan soal swadaya apakah mereka tinggal di rumah seperti kandang kambing seumur hidup ?,”ungkapnya bernada tanya. (*Tony)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT