651 Penumpang KM Lembelu Diperiksa, 5 Orang Bersuhu di Atas Normal

Bagikan:

Zonalinenews. Com, Larantuka. –  Merebaknya pandemik corona, meningkatkan kewaspadaan para petugas medis guna meminimalisir penyebaran.

Hal itu terlihat saat kedatangan 651 penumpang  KM. Lambelu  dari berbagai daerah di Indonesia yang tiba di pelabuhan laut Larantuka-Flores Timur Selasa, 24 Maret, 2020 pukul 07. 00 Wita.

Kehadiran mereka langsung mendapat pemeriksaan satu-persatu secara menyeluruh dengan menyemprotkan diainfektan serta pengukuran suhu tubuh oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang dipimpin  Ketua Satgas serta jubir dr. Agustinus Ogie Silimar juga Kadis Dinkes dengan melibatkan Polri, TNI, Dishub, KKP dan BPBD setempat.

Pasca pemeriksaan diketahui terdapat 5 orang penumpang dengan suhu tubuh di atas normal. 

“Kita perketat pengawasannya dan mendapatkan 5 orang penumpamg dengan suhu tubuh di atas normal. Sudah ditindaklanjuti oleh petugas medis,” beber Geroda kepada wartawan.

Geroda juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan perjalanan antar pulau guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama pencegahan pandemik covid-19 corona.

Pemeriksaan serupa juga berlaku di Bandara Gewayan Tanah pada pukul 15:00 Wita sebagai satu-satunya bandar udara di Flores Timur.

BACA JUGA:   Pekerjaan Ruko Di Tode Kisar Resahkan Warga Kelurahan Solor

Hasil pemeriksaan terhadap 63 penumpang dinyatakan sehat dimana suhu tubuh penumpang berkisar 35-36 derajat Celcius. 

Sementara bagaimana perkembangan kesehatan ke 5 orang penumpang tersebut sampai saat ini belum bisa diketahui publik. 

Sebelumnya Pemda Flotim telah membentuk Satgas  Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Tujuan dari dibentuknya Satgas yakni memberikan informasi publik seputar terupdate seputar Covid-19.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran corona juga telah disampaikan Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon.

Dalam himbaun Hadjon meminta kepada segenap masyarakat senantiasa menumbuhkan kesadaran penuh terhadap situasi terkini  dengan membatasi pergerakan orang, angkutan laut, udara dan darat. Juga menghentikan setiap kegiatan yang melibatkan banyak sedikitnya 20 orang. Sekolah-sekolah telah diliburkan.

Puncaknya Pemerintah setempat dan pihak Keuskupan meniadakan kegiatan Semana Santa 2020 serta kegiatan keagamaan lainya.

Dampaknya, area publik seperti pasar, taman kota dan pertokoan mulai terlihat sepih dari pengunjung. 

(*MR/RS). 


Bagikan:
Advertisement