ODP Tanjung Bunga Yang Ditolak Masyarakat, Ditangani Pemkab Flotim

Bagikan:

Zonalinenews.Com, Larantuka-Pulang dari tempat perantuan S (42), bersama isteri dan dua orang anak warga Tanjung Bunga ditolak oleh warga desa setempat.

Akibat penolakan tersebut, perantau yang tiba dengan KM. Lambelu dengan suhu 38 drajat ceslcius sempat terlantar di salah satu terminal Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur.

Mendapati informasi tersebut, Pemerintah Kabupaten melalui  Satgas Pemantau dan Pencegahan Covid-19 mengevakuasi ke tempat yang lebih manusiawi. 

“Isu penelantaran terhadap penumpang yang turun dari  KM Lambelu itu sudah di 
tangani langsung oleh Pemda,” ungkap Jubir Satgas Covid-19 dr. Agustinus Ogie Silimalar kepada Media Rabu, 25 Maret 2020 di Posko BPBD.

Selain menjemput, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan karantina selama 14 hari pada lokasi yang dirahasiakan. 

Menindaklajuti aksi penolakan tersebut, hari ini Kamis, 26 Maret 2020 Pemkab akan melakukan pendekatan dengan Kepala Desa setempat.

“Terkait dengan isu tersebut,  bahwa yang bersangkutan ditolak oleh warga masyarakat di kampungnya sendiri itu,  Besok  (hari ini) kami akan melakukan kunjungan langsung ke desa serta melakukan pendekatan dengan Kades. Tetapi intinya bagi kami Pemda bertugas mengamankan ODP,” pungkas Jubir Satgas yang juga Kadis Kesehatan. 

BACA JUGA:   Kadis Kesehatan Bicara Ngawur, Soal Penempatan Tenaga Medis di Oepaha

S migran dari Malaysia warga salah satu desa di Kecamatan Tanjung Bunga diwawancara Zonalinenews mengatakan kalau dirinya selama di perantauan hingga di atas kapal tidak pernah mengalami sakit apapun.

“Saya tidak pernah batuk, demam atau pilek. Dari sana saya sehat,  juga di kapal,” ungkapnya didampingi isteri dan dua orang anak. 

Dia menambahkan, hanya dirinya yang masuk kategori ODP karena memiliki suhu badan 38 drajat celcius. Hal tersebut diketahui saat turun sari KM. Lambelu dan diperiksa Satgas.

Pantauan wartawan, S beserta keluarganya sempat berada halaman di kantor BPBD menggunakan mobil bak terbuka sebelum dievakuasi ke tempat yang dirahasiakan selanjutnya menjalani karantina selama 14 hari.(*MR/RS)


Bagikan: