Pemerintah Propinsi NTT Umumkan Sekolah Diliburkan Mulai 20 Maret Hingga April

Bagikan:

Zonalinenews-Kupang,- Pemerintah Propinis NTT, Melalui juru bicaranya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu

Marius, M.Si. Kamis 19 Maret 2020 di ruang Media Center Pemerintah Propinis NTT, mengumumkan sejak Jumat 20 Maret Sampai dengan April 2020 Anak sekolah, mulai dari TK hingga SMA diliburkan.

“Aksi libur ini terkait dengan pencegahan penyebaran virus Corona yang sudah berkembang di berbagai negara termaksud di Indonesia

sehingga dengan tindakan ini bisa meminimalisir penyebarannya,” tutur Karo Humas, Dr. Jelamu.

Dikatakannya, instruksi Gubernur mudah-mudahan hari ini, sudah ditandatangani sehingga bisa disampaikan ke seluruh sekolah di Nusa Tenggara Timur.

Dr. Jelamu menghimbau kepada masyarakat NTT untuk tetap tenang.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakarat NTT yang melakukan perjalanan ke luar NTT khususnya ke daerah-daerah yang terjangkit virus corona sekembalinya ke NTT, agar bisa melakukan isolasi mandiri dirumah, dan tidak bertemu dengan orang, ke Mall, ke Gereja, Masjid dan Pura. kalau beribadah, beribadah saja di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corana,” ungkap juru Bicara Pemerintah Propinisi NTT.

BACA JUGA:   Berkas Hasil Laporan 1.712 PTT Rampung, Tunggu Kebijakan Walikota

Dr. Jelamu menjelaskan berdasarkan hasil analisis dan identifikasi para pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) di sejumlah kabupaten yang diidentifikasi ternyata orang-orang NTT yang melakukan perjalanan ke daerah-daerah terjangkit virus atau kembali NTT, atau orang dari luar NTT yang datang dari daerah-daerah terjangkit virus Corana.

“Jika trendnya seperti itu maka Kita akan memperketat kontrol dan pengawasan di Bandara, mengingat sejumlah propinsi lain telah terjangkit,” jelas Dr. Jelamu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa di NTT Gubernur telah membentuk gugus tugas Covid-19 langsung dibawa komando, Setda Propinsi NTT. Hal ini dikarenakan bahwa untuk menghadapi bencana semacam ini perlu koordinasi yang kuat dari seluruh sektor yang ada.

“Mencermati kejadian Covid-19 di NTT dan melihat kondisi terakhir saat di NTT, dan berdasarkan update data dari tanggal 3 Maret sampai dengan Rabu 18 Maret 2020 pukul 21.00 wita kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTT sebanyak 24 orang,” tutur drg. Dominikus.

BACA JUGA:   Bupati Deno Temui Beltran Peto dan Ruben Onsu di Spring Hill

drg. Dominikus merincikan dari 24 ODP di NTT terdiri dari Kota Kupang, sebanyak 14 ODP, Kabupaten Kupang, 1 ODP, Lembata 2 ODP dan Manggarai Barat sebanyak 7 ODP.

“Khusus untuk Lembata 2 ODP tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Rumah T.C Hillers Maumere dan menunggu hasil pengiriman tes darah dari laboratorium Kementerian kesehatan RI,”ungkap drg. Dominikus M. Mere, M.Kes.

Ia menegaskan bahhwa tidak semua ODP diobservasi di Rumah Sakit.

“Untuk di Kota Kupang saat ini yang ada di Rumah Sakit Prof. Yohannes sampai kemarin sore,masih 1 orang dan kemungkinan pagi ini seorang pasien yang berada di RS Siloam akan bergerak ke Rumah Sakit W.Z Yohannes,” ungkap drg. Dominikus.(*tim)


Bagikan:
Advertisement