Pulang Praktek Dari Luar Flotim, 76 Pelajar SMK Ancop Likutuden Dinyatakan Sehat

Bagikan:

Zonalinenews.Com-Larantuka,- Sebanyak 76 orang siswa SMK Angkat Citra Papa (Ancop) Desa Likutuden-Kecamatan Demon Pagong-Kabupaten Flores Timur,  Senin, 23 Maret 2020  malam tiba di Likutuden usai menjalani praktek selama 6 bulan di Jakarta, Bali dan Labuhan Bajo.

Rombongan siswa dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama dari Labuan Bajo sementara Jakarta dan Bali masuk kloter ke dua menggunakan dua bus, satu-persatu siswa dan guru yang tiba disemprot disinfektan diikuti screening suhu tubuh dari termo gun yang dilakukan petugas kesehatan.

Selain itu, sejumlah barang bawaan juga ikut disemprot.Kepulangan para pelajar tersebut disambut RD. Laurensius Riberu, Pr dengan berdoa sejenak.

Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan dr. Agustinus Silimalar, Kepala Puskesmas Demong Pagong Andris Sadipun, Bhabinkatib Aloysius Don Bosco, Babinsa Yohanes T. Kleden dan Herman Fernandez, Kades, sejumlah guru serta Hansip.

Kepada Zonalinenews.Com Jubir Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Flotim, dr. Agustinus Silimalar atau biaa disapa dr. Ogie mengatakan pasca pemerikasaan rombongan tersebut seluruhnya dinyatakan aman. 

BACA JUGA:   Gubernur NTT Minta Warga Jangan Tolak ODP

“Setelah menjalani screening dan pemnyemprotan disinfektan diketahui suhu tubuh berkisar 35-36. Masuk kategori normal artinya sehat,” sebut dr. Ogie.

Kendati demikian para pelajar tersebut langsung dikarantina selama 14 hari.

“Nantinya mereka semua langsung dikarantina selama 14 hari.

“Tempatnya di asrama SMK Likutuden,” tambahnya. 

Pantauan wartawan, selain melakukan tindakan pencegahan terhadap siswa dan guru, petugas medis

juga menyemprotkan cairan pembunuh virus ini terhadap awak mobil baik sopir dan kenek serta badan mobil secara menyeluruh.

Mengntisipasi dan pencegahan dini corona, Camat Demon Pagong Yohanes Hurit telah meinta kepada semua kepala desa agar proaktif dan melaporkan semua pendatang ataupun warga yang baru kembali dari daerah luar.

“Saya telah meminta kepada para kepala desa agar segera melaporkan pendatang maupun warga yang kembali dari luar Flotim. Tujuannya jelas yakni keberadaan mereka terpantau sehingga dapat diambil tindakan tepat apabila mencurigakan,” jelas Hurit. (*MR/RS) 


Bagikan:
Advertisement