oleh

Dampak Covid-19, Aktifitas Dukcapil Sikka Semakin Padat

Zonalinenews-Sikka,- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sikka sejak masa pandemi corona sampai saat ini menjelang New Normal, mengalami aktifitas yang begitu padat dalam pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang dilakukan oleh warga masyarakat Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka, Martha Huberty Pega mengatakan selama masa pandemi corona ini sampai menjelang New Normal, aktifitas kami semakin padat karena banyak masyarakat yang datang untuk mengurus adminduk.

Lebih lanjut, Martha yang ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dukcapil Sikka, Jumat 12 Juni 2020, menjelaskan ini mungkin dampak dari Corona dimana masyarakat banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah sehingga animo masyarakat untuk mengurus adminduk semakin meningkat sebagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan dikarenakan harus adanya Nomor Induk KTP (NIK) dan juga Kartu Keluarga (KK).

Dikatakan Martha, banyak yang sudah berkeluarga dan masih nebeng dengan orang tuanya sehingga dilakukan pemecahan KK, sementara banyak juga yang mau masuk sekolah juga harus dibuatkan KTPnya karena sudah berumur 17 keatas dan itu juga sebagai suatu persyaratan untuk masuk sekolah, tetapi ada pembatasan yaitu bagi yang sudah berkeluarga harus sudah menikah secara sah melalui agamanya masing-masing baru bisa dibuatkan KK.

“Dampak dari Covid-19 ini, kami sama sekali tidak libur, semuanya tetap bekerja. Kalau kami tidak masuk kerja nanti kasihan masyarakat yang mau urus surat apalagi sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu harus adanya NIK dan KK,”ungkap Ety Pega sapaan akrab
Martha Huberty Pega.

Disampaikan Ety Pega, awalnya pihaknya membagi jadwal dan sesuai bidang masing-masing tetapi memasuki pertengahan April 2020 situasi pelayanan semakin membludak sehingga pihaknya harus masuk bekerja semuanya.

Dirinya mengatakan, sejak Desember 2019 jumlah KK untuk Kabupaten Sikka sebesar 105.326 tetapi sampai dengan 28 Mei 2020 jumlahnya menjadi 110.127 KK.

“Jadi tenggang waktu beberapa bulan ini terjadi kenaikan jumlah KK yang begitu meningkat selama masa pandemi corona ini,”sebut Ety Pega.

Martha juga menjelaskan sekitar bulan Maret 2020 kemarin saat memasuki masa Covid-19, pihaknya juga sudah memberikan pelayanan adminduk dengan mengikuti protokoler darurat Covid-19 dan dipantau oleh Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, sementara untuk pelayanan rekam KTP pegawai pihaknya harus menggunakan APD berupa masker, penutup muka dan sarung tangan karena bersentuhan langsung dengan orang tersebut.

Martha menambahkan ketersediaan blanko KTP sejak awal tahun 2020 masih mencukupi sehingga tidak melayani untuk memakai Surat Keterangan (Suket) melainkan langusng dicetak.

“Awal tahun 2020, kami punya blanko KTP sekitar 8000 sehingga tidak memakai suket lagi tetapi dicetak langsung KTPnya, bahkan Kabupaten Flores Timur juga pinjam dikami karena mereka kehabisan stok tetapi kami juga sudah menyurati ke Pusat untuk antisipasi kalau blankonya habis,” tutur mantan Kepala BKD dan Pengembangan SDM Sikka tersebut.(*Erick /Rita Senak)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT