oleh

UNIPA Maumere Terapkan Protokoler Kesehatan Jelang New Normal

Zonalinenews-SIkka,- Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT tetap menerapkan protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah di masa percobaan perkuliahan menjelang New Normal.

Perkuliahan menjelang New Normal ini baru berjalan dalam minggu ini.

Setiap orang yang akan memasuki kampus Unipa baik itu dosen, pegawai, mahasiswa, calon mahasiswa ataupun  tamu lainnya wajib memakai masker.

Di depan pintu masuk kampus Unipa tersebut harus melakukan pemeriksaan menggunakan thermo gun untuk mengecek suhu tubuh dan juga wajib mencuci tangan sebelum memasuki area kampus.

Kampus Unipa tersebut juga sudah didisinfektan sebelum memasuki masa perkuliahan ini, sedangkan penyelenggaraan perkuliahan sendiri menggunakan sistem sift.

Rektor Unipa Maumere, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis 11 Juni 2020 mengatakan selama ini sistem perkuliahan secara online tetapi menjelang New Normal, kami membuka kampus untuk perkuliahan atau tatap muka secara langsung.

Dirinya menambahkan bahwa perkuliahan tersebut menggunakan sistem sift yaitu 1 hari, 1 Fakultas atau 1 Program Studi (Prodi) jika rombongan belajarnya banyak misalnya Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan 1 kelas hanya bisa menampung 30 orang karena harus mengikuti physical distacing sesuai anjuran pemerintah sementara itu boleh memakai seluruh ruangan yang ada di Fakultas apa saja.

“Ruangannya kan banyak jadi misalnya mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tidak hanya memakai ruangan fakultasnya saja tetapi boleh menggunakan ruangan fakultas lain atau auditorium dan diatur oleh Biro Akademik, tetapi ada juga mahasiswa yang mempunyai urusan khusus untuk bertemu dosen misalnya bimbingan atau konsultasi jadi itu ada dispenisasinya,” ucap Angelinus.

Sebelumnya sebuah kelas bisa menampung sampai 60 orang mahasiswa tetapi disaat wabah pendemi Corona ini sehingga untuk sebuah kelas, hanya bisa menampung 30 mahasiswa karena menerpakan physical distacing. Jika sebuah kelas yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 orang maka perkuliahannya menggunakan Auditorium.

Angelinus juga menjelaskan ada kendala-kendala yang juga harus sikapi bersama, bagaimana meminimalisir resiko sehingga kalau ada informasi dari Gugus Tugas Penanangan Covid-19 kita bisa cepat mengubahnya dan ini bukan harga mati.

Menurut Angelinus, perkuliahan online itu pilihan yang paling rasional, mau tidak mau orang harus kuliah karena tatap muka secara langsung dilarang.
Sehingga setiap institusi bisa membuat suatu model pembelajaran yang paling mungkin bisa dilakukan.

“Unipa Maumere selama ini menggunakan metode pembelajaran blauran (blendit learning) artinya penggabungan dari online, offline dan tatap muka secara langsung.

Kita harapkan ini berjalan secara optimal tetapi namanya sebuah pembelajaran tentu harus ada partisipasi aktif dari mahasiswa itu sendiri, dari dosen, infrastruktur apalagi kuliah online infrakstruktur penting sekali, kekuatan jaringan, ketersediaan pulsa, kesediaan mahasiswa, penguasaan IT dan itu berat menurut saya, “jelas Angelinus.

Dirinya juga menyampaikan situasi ini ada nilai positif dan negatifnya.
Negatifnya karena kita tiba-tiba dikagetkan dengan pandemi corona ini tetapi sisi positifnya dengan situasi yang sulit dan menekan ini justru mendorong kita untuk menguasai Information Tecnology (IT).(*Erick/Rita S)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT