oleh

Usai Anggota DPRD Flotim Muhidin Marah, Akhirnya Kades dan Seorang Warga Sagu Ikut Rapid Test

Zonalinenews-Adonara,- Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Muhidin Demon Sabon mengeluarkan suara lantang dan kesal serta marah melihat polemik yang ditunjukan warga Desa Sagu khususnya Dusun Binongko, yang tidak mau dilakukan Rapid Test. Bahkan warga sagu satu persatu pergi meninggalkan pertemuan tersebut, ketika diajak Asisten I Sekertaris Daerah kabubaten Floers Timur, Abdul Razak Cakra Rabu 5 Juni 2020.

“Kalian mau buat negara dalam negara,?. Kami punya uang sudah habis buat urus kalian, mau apa lagi kami dan pemerintah sudah lakukan edukasi beberapa kali, kurang pemahaman tidak juga Kalian semua orang Pintar yang menolak hasil Swab. Mau kalian apa sebenarnya menolak hasil pemeriksaan medis. Kalian satupun tidak mau lakukan Rapid Test hari ini dan selesai. Sudah Final ini kami tidak akan datang di sini lagi, Sudah Final tidak ada waktu lagi buat desa ini, apapun yang terjadi kalian dikucilkan urusan kalian sudah,”tegas Muhidin Demon Sabon dengan suara Lantang dihadapan warga.

Pantauan wartawan media usai Anggota DPRD Muhidin Demon Sabon mengeluarkan pernyataaan keras, beberapa saat kemudian Ustad Kasim dan Kepala Desa Sagu menyatakan sikap untuk siap dilakukan rapid test.

Usai dilakukan rapid test Kepala Desa Sagu, Taufik Nasrun mengatakan,
dirinya lakukan rapid test saat ini adalah bagian dari tanggung jawab dari pemimpin yang ada di desa dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat yang sempat berinteraksi dengan pasien 02 bisa dengan ikhlas untuk melakukan rapid test di Puskesmas Sagu.

Lanjut Nasrun, dirinya bersama dengan pak Kapolsek dan Pak Babinsa sudah melakukan konfirmasi kepada ke 22 orang itu, menurut mereka 22 orang tersebut tidak melakukan kontak dengan pasien 02. Oleh karena itu pihaknya tetap mengamini apa yang mereka katakan dan dirinya sepakat dengan apa yang disampaikan.

“Apa yang disampaiakan pak Kapolsek tetap dilakukan pendekatan-pendekatan sehingga mereka akan melakukan rapid test selanjutnya,” tutur Taufik.

Menurut Taufik menjelaskan, berkaitan dengan Phisikoligis masyarakat maka tolong diberi waktu beberapa hari ke depan untuk melakukan pendekatan dan mudah-mudahan masyarakat lainnya bersedia untuk lakukan rapid test.

“Saya tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan saya sebagai Kades Sagu, bersama Camat, Babinsa dan Kapolsek melakukan pendekatan- pendekatan secara kekeluargaan, persuasif, memberikan edukasi dan harapannya masyarakat dapat memahami dan tujuan akhirnya dengan iklas untuk lakukan rapid test,”ungkap Kades Sagu.

Sementara untuk meyakinkan masyarakat desa Sagu Camat Adonara ikut serta di rapid test. usai Rapid tes, Camat alasan Camat Ariston

Colot Ola menjelaskan dirinya selalu berinteraksi dengan pelaku perjalanan yang melintasi area wilahynya dan dirinya selalu melakukan konsultasi pelayanan masyarakat. untuk itu dirnya melakukan rapidtest juga.

“Di dalam tubuh kita ada virus atau tidak, sehingga masyarakat tidak takut untuk lakukan Rapid test, masih ada saudara-saudara kita yang sesungguhnya mereka kontak erat lalu mereka yang belum lakukan Rapid test akan kami dekati lagi, sesungguhnya ini Rapid test adalah hal yang biasa hanya untuk membuktikan kita tertular ke arah Covid atau tidak,”tutup Camat Ariston.

Pantauan Zonalinenews di Dusun Binongko,Desa Sagu Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur, Melalui polemik yang Panjang akhirnya

Ustad Kasim salah satu dari 22 orang yang terdata dalam catatan warga yang berkontak langsung iklas melakukan Rapid test di Puskesmas

Sagu, diikuti oleh Kepala Desa Sagu Taufik Nasrun, serta tak segan -segan Camat Ariston juga melakukan rapid test. Pihak Satgas Kecamatan dan Kabupaten masih menunggu kehadiran 21 Warga yang masuk dalam daftar untuk siap di lakukan rapid test.(*Ritha S/MR)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT