oleh

DPRD Kota Kupang Turun Pantau Lokasi Penutupan Akses Jalan Warga Oleh Pitobi

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang berencana Hari Kamis 2 Juli 2020 melakukan pemantauan lokasi penutupan akses jalan oleh perusahaan devloper Pitobi di Rt 15/ Rw 05, Kelurahan Penkase – Oeleta, Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dari hasil Rapat Dengar Pendapat RDP antara Komisi I DPRD Kota Kupang bersama perusahaan devloper Pitobi, pemilik Toko KN, Toko Chaicong, Toko Petra, dan Toko Murah serta Pemerintah Kota Kupang, Pertanahan Kota Kupang dan warga Penkase – Oeleta di ruang rapat Kosimi I DPRD Kota Kupang pada Senin 29 Juni 2020 kemarin seluruh Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang bersepakat untuk melakukan penijauan lokasi penutupan akses jalan atau pembagunan pagar oleh devloper Pitobi yang dikeluhkan warga setempat selama ini,” kata Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu 1 Juli 2020.

Menurut Yeskiel, Komisi I DPRD Kota Kupang akan melakukan peninjauan lokasi bersama dengan pihak Pertanahan Kota Kupang.

“Ketika kita turun di lokasi itu, warga dan seluruh pengusaha yang ada di sekitar lokasi tersebut harus bisa menunjukan sertifikat tanah masing – masing. Sehingga pihak pertanahan bisa mengetahui siapa pemilik lahan sebenarnya,” ungkap politisi PDI Perjuangan.

Dia mengatakan, menurut pihak devloper Pitobi dan Toko KN, Toko Chaicong, Toko Petra, dan Toko Murah sertifikat mereka berbatasan dengan jalan. Namun, warga punk mengklaim hal yang sama, dimana ada beberapa warga yang batas tanahnya juga berbatasan dengan jalan.

“pihak devloper Pitobi mengaku ketika melakukan pemagaran lahan tersebut mereka berikan secara cuma – cuma lahan selebar 4 setegah meter untuk akses jalan.

“pihak Toko KN, Toko Chaicong, Toko Petra, dan Toko Murah juga mengaku ada tanah selebar 6 setegah meter untuk akses jalan. Tapi menyangkut peta yang ditunjukkan oleh para pengusaha itu kita belum bisa memastikan lahan itu milik mereka. Sehingga untuk memastikan lebenaran itu Komisi I ingin turun kelokasi untuk menyaksikan langsung batas – batas kepemilikan lahan masing – masing,” kata Anggota DPRD Kota Kupang IV periode itu.

Ketika di lokasi, lanjut Yeskiel buru pihak Pertanahan Kota Kupang bisa menjelaskan yang sebenarnya.

“Menurut Toko KN, Toko Chaicong, Toko Petra, dan Toko Murahmereka yang tertera dalam sertifikat mereka itu ada tanah 6 setegah meter yang berbatasan dengan jalan. Dan yang anehnya lagi pihak devloper Pitobi juga mengaku memberikan 4 setegah meter untuk akses jalan. Sehingga pengakuan mereka ini sangat membingungkan kita. Ini mana yang benar,” jelas dia.

Dia menambahkan, hanya pihak pertanahan yang bisa memutuskan tanah ini milik siapa yang sebenarnya.

“Masalah ini yang pengang perenan adalah pihak Pertanahan Kota Kupang. Karena nanti pihak Pertanahan harus memberitahu kepada mereka sertifitat tanah yang mereka buat itu berbatasan dengan jalan luasnya berapa. Dan yang membuat saya bingung lagi pihak toko Chaicong mengaku dia memiliki sertifikat tanah dari sejak awal batas dengan jalan. Sedangkan pihak Pitobi bilang tanah yang disumbangkan untuk jalan selebar 4 setengah meter itu berbatasan dengan yang mana,” papar Yeskiel. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT