oleh

Inovasi Methode SIPON Menjawab Kebutuhan Air Masyarakat Desa Noemuke

Zonalinenews-TTS,- Ketua Pembina Yayasan Krisna Foundation, Kris Hauoni kepada Zonalinenews Minggu 05 juli 2020 di Noemuke mengisahkan bagaimana terjadinya Inovasi Sistim Grafitasi dengan Methode SIPON atau penyeberangan Jaringan Pipa dari dasar sungai untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.

Kris Hauoni mengkisahkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) TTS melakukan identifikasi lembaga sosial dan swasta dikabupaten TTS terkait Inovasi yang dimiliki masing masing lembaga dan yang dinilai Inovatif, selanjutnya diundang untuk mengikuti bursa inovasi tingkat kabupaten.

Lembaga yang dianggap layak wajib mengikuti kegiatan orientasi tugas tingkat propinsi selanjutnya desa desa bebas memilih Inovasi dari masing masing yang telah direkap terpisah.

Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan merupakan satu satunya desa yang memilih 2 jenis Inovasi dari Yayasan Krisna Foundation, yakni Pertanian hortikultura ramah lingkungan berbasis pasar dan Sistim penyaluran air secara gravitasi.

Desa Noemuke merupakan salah satu desa yang sangat kekeringan diwilayah selatan TTS. Dengan posisi lahan dan permukiman berada diatas ketinggian permukaan sungai..

Namun desa Noemuke juga memiliki sumber mata air yang cukup walau jauh dari permukiman warga dan lahan pertanian masyarakat.

Sumber mata air Suman memiliki debit puncak kemarau 12 liter/ detik. Walau debit air sangat mendukung namun letak sumber mata air dengan permukiman dusun 3 bestobe terhalang oleh sungai noemuke selebar 550 meter.

“Hal ini yang menjadi kendala bagi berbagai pihak untuk mengalirkan sumber air tersebut ke dusun tiga bestobe yang memiliki jumlah penduduk 189 kk dan 300 lebih jiwa,” ucap Kris.

Selama bertahun tahun masyarakat dusun 3 bestobe mengkonsumsi air dengan membuat lubang-lubang resapan sepanjang aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan akan air. Beberapa upaya untuk menyalurkan air ke dusun 3 bestobe oleh beberapa pihak sebelumnya namun selalu mengalami kegagalan.

Baru pada tahun 2019 oleh kepala desa Noemuke, Yanthy Lette, mengambil langkah tegas dengan memilih Inovasi yang ditawarkan oleh Yayasan Krisna Foundation selaku lembaga Penyedia Peningkatan Kapasitas Desa (P2KTD) TTS.

Dari hasil survey ditemukan solusi penyediaan akses air bagi dusun 3 bestobe dengan sistim gravitasi, namun harus menggunakan metode SIPON atau penyeberangan jaringan pipa dengan cara dibenamkan didasar sungai.

“Methode ini salah satu Low Cost Technology atau tekhnology yang murah. Hal ini disesuaikan dengan dana yang tersedia yakni 400an juta rupiah dengan panjang jaringan 3 km dean debit di reservoir 2.5 liter/detik,”urai Kris.

Dalam pendampingan lembaga Krisna Foundation adalah dengan;

  1. Melakukan survey untuk penentuan teknology dan methode yang akan digunakan.
  2. Membantu TPBJ Desa untuk penyusunan RAB dan detail design.
  3. Memastikan material yang di drop ke lapangan sesuai spek.
  4. Melakukan pendampingan konstruksi sampai finishing.

“Yayasan Krisna Foundation tidak mengelola dana, seluruh belanja dilakukan oleh TPBJ Desa, Krisna Foundation hanya sebagai penyedia jasa teknis,” Tegas Kris.

Sebelum dilakukan pembenaman pipa atau SIPON, maka dilakukan uji alir sebagai Simulasi Hidraulic selama 1 bulan. Dan baru pada tanggal 4 juli 2020 dilakukan penggalian jalur SIPON menggunakan alat berat dan selanjutnya dilakukan pemasangan casing beton dan penimbunan.

“Methode SIPON merupakan salah satu Inovasi dan keahlian yang dimiliki yayasan Krisna Foundation, bahwa Methode SIPON tidak bisa dianggap remeh karena membutuhkan kalkulasi Hidraulic yang tepat atau tidak ada kata coba coba,” terang Kris.

Progres kegiatan sampai saat ini telah mencapai 85 posen, dan sarana yang dibangun terdiri dari;

  1. Bangunan pelindung mata air.
  2. Hider tank atau bak pengumpul.
  3. Reservoir 8 M3
  4. Jaringan pipa transmisi HDPE 10, 300M.

Sedangkan jaringan distribusi sepanjang 3 km merupakan swadaya masyarakat dengan memanfaatkan pipa pipa existing yang tersebar didalam desa noemuke.

Air yang tiba di dusun 3 bestobe juga digunakan untuk minum oleh masyarakat Ai Sio dari desa Nunusunu yang pemukimannya berjarak 3 km dari dusun 3 bestobe desa Noemuke.

Dalam hal pelaksanaan kegiatan dimaksud, juga sangat mendapat dukungan dari anggota Dewan TTS, Hendrikus Babys yang juga adalah putera asli Noemuke. Tutup Kris. (*Elli)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT