oleh

Kepala BPN Kota Kupang Dilaporkan Ke Polisi

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kupang, Franssiska ViVi Ganggas dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Sonny Joseph Nitte ( 41 ) warga Puri Manulai Indah blok b No 1 Rt 015 / Rw 005 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang NTT.

Sonny Joseph Nitte datang melaporkan hal tersebut di SPKT didampingi oleh kuasa hukum Bandry Jerry Jacob dan Tommy Jacob.

Kasus yang dilaporkan adalah
tindak pidana penyalagunaan kewenangan dalam jabatan dengan laporan polisi Nomor : LP / B / 276 / VII / RES. 124 / 2020 / SPKT pada tanggal 6 Juli 2020.

Sonny Joseph Nitte mengungkapkan, kasus yang dia laporkan ke Polda NTT terhadap Kepala BPN Kota Kupang tersebut karena diduga pihak BPN Kota Kupang telah menahan atau menghentikan proses pembuatan sertifikatnya, yang mana menurut pihak BPN Kota Kupang atas dasar surat keberatan dari sodara Matias Lenngu yang tertera dalam isi surat tersebut adalah mengakui sodara Matias Lenggu sebagai ahli waris.

Menurut dia, ketika dia pempertanyakan ada bukti apa yang dilampirkan dalam surat keberatan milik Matias sebagai tersebut, ternyata pihak pertanahan tidak bisa membuktikan bukti lampiran itu.

“Ketika saya bertanya hal itu, pihak Pertanahan hanya mengatakan kepada saya bahwa mereka bukan orang pengadilan. Namun, untuk membuktikan itu harus di pengadilan,” ungkap kata Sonny Kepada wartawan, Selasa 7 Juli 2020.

Untuk menjawab, jawaban dari pihak pertnahan, lanjut Sonny, dirinya yang didamping kuasa hukum langsung membuat laporan polisi di Polda NTT.

“Laporan saya ke Polda NTT ini karena saya ingin membuktikan di pengadilan bawah Matias itu ahli waris atau bukan. Oleh sebab itu daras dari laporan saya ini adalah laporan tindak pidana penyalagunaan kewenagan dalam jabatan,” ungkap Sonny.

Dia mengatakan, tanah seluas 800 meter persegi di kawasan Puri Manulai Indah tersebut ia beli dari Marten Langgu yang mana adalah pemilik lahan tersebut.

“Saya berani beli tanah dari Marten Lenggu karena berdasarkan putusan hak yang sudah inkra dari Mahkama Agung (MA) sebagai pemilik tanah,” kata Sonny.

Dia menduga proses pembuatan sertifikat tersebut dihentikan oleh pihak pertanahan karena ada unsur kesengajaan dari pihak pertanahan.
“Ketika proses pembuatan sertifikat itu dihentikan oleh pihak pertanahan, yang pastinya sangat merugikan banyak orang, termaksut saya dan Marten Lenggu” ujar Sonny.

Dia mengatakan, ketika pertanahan menerima surat pembatalan pembuatan sertifikat dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanpa ada dokumen tambahan yang bisa menyatakan dia adalah ahli waris tersebut bisa merugikan banyak orang. “Untuk urusan sertifikat saya ini sudah dihentikan oleh pihak pertanahan sejak bulan Maret 2020 lalu,” jelas Sonny.

Sementara itu Kelapa Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kupang, Fraansiska Vivi Ganggas saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya pada Jumat 10 Juli 2020 sekira pukul 15.30 wita, dia mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui adanya laporan polisi yang dilakukan Sonny Joseph Nitte tersebut. Menurutnya, dirinya tidak pernah kenal dengan Sonny Joseph Nitte.

“Jika dia menyerang sebagai Kepala Kantor oke. Tapi kalau secara pribadi saya balas nanti. Dia tau, jika menuduh orang tanpa bukti dia tau. Itu saya,” kata Vivi.

Dia mengungkapkan, bisa dipastikan permohonan Sonny Joseph Nitte belum masuk ke loket.

“Saya dilaporkan dengan tuduhan tentang penyalahgunaan kewenagan, saya belum melakukan apa – apa. Kalau dibilang penyahlagunaan wewenang, berarti wewenang sesuatu itu sudah saya lakukan. Bagai mana dia bisa menyampaikan penyalagunaan wewenang kalau saya belum melakukan apa – apa. Berkasnya juga belum saya terima. Jadi penyahlagunaan wewenang jika ditujukan kepada orang yang sudah melakukan sesuatu. Sehingga itu dikatakan kelebihan, dibilang meyalahgunakan. Kalau belum melakukan sesuasu tentu jangan dibilang penyalahgunaan donk,” jelas Vivi. (*hayer/jawit)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT