oleh

Kurang Volume Pekerjaan, Warga Manutapen Hentikan Pekerjaan Jalan CV. Blandertris Abadi

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kurang volume pekerjaan jalan lapen yang dikerjakan oleh CV. Blandertris Abadi di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dihentikan warga.

Sesuai kontrak kerja yang tertera pada papan proyek yang terpasang di lokasi poreyek tersebut, program pembangunan kelurahan, dengan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, pada paket pekerjaan jalan dengan kontruksi lapen, yang berlokasi di Rt 16, dan Rt 19 / Rw 006 Kelurahan Manutapen.

Selain itu pekerjaan tersebut senilai Rp 407. 404. 000,- bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020 dengan jangka waktu pelaksanaan semala 90 hari kalenden, sejak 3 Juni hingga 31 Agustus 2020.

Pantauan zonalinenews.com aksi pemberhentian pekerjaan oleh warga tersebut di lokasi pekerkerjaan diwarnai kericuhan antara warga, PPK, Konsultan Pengawas dan pihak perusahaan CV. Blandertris Abadi.

Ketua LPM Kelurahan Manutapen, Semi Hauteas kepada wartawan dia mengungkapkan, akibat dari pemberhentian pekerjaan tersebut oleh warga karena adanya pengurangan volume pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor.

Menurut dia sebenarnya keributan ini tidak akan terjadi apabila dari pihak PPK atau Petugas Konsultan Pengawas mampu memberikan penjelasan teknis pekerjaan kepada warga. “Yang bisa rendamkan masalah ini hanya dari PPK, karena masyarakat tidak tau dan saya punk tidak tau. Ketika saya ditanya oleh masyarakat saya mau jawab apa. Maka itu yang mampu menjawab pertayaan warga itu adalah PPK,” kata Semi di lokasi proyek tersebut, Jumat 17 Juli 2020.

Dia mengatakan, inti dari persoalan ini karena pengurangan volume pekerjaan. “Waktu konsultan perencana melakukan pengukuran awal itu 400,3 meter. Namun, ketika dalam perjalanan pelaksanaan pekerjaan ada pengurangan volume pekerjaan atau tidak sampai, itu tanggung jawab ada pada petugas teknis,” ungkap Semi.

Selain itu tambah dia, ketika warga protes dari pihak PPK bisa menjawab secara teknis yang masuk dilogika warga dan tidak melangar aturan itu lebih baik.

“Maka itu saya sudah minta dari pihak PPK untuk menjelaskan kepada warga bahwa volume 400,3 meter itu tidak cukup sehingga ketika dijelaskan kepada warga, kenapa tidak sesuai biar warga mengerti. Tapi kalua itu keluar dari aturan mereka yang harus bertanggung jawab karena bukan saya yang bicara,” jelas Semi.

PPK Pekerjaan program pembangunan kelurahan, dengan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, pada paket pekerjaan jalan dengan kontruksi lapen, yang berlokasi di Rt 16, dan Rt 19 / Rw 006 Kelurahan Manutapen, Welem Raja Wadu saat itu dikonfirmasi media, dia membenarkan adanya pengurangan volume pekerjaan tersebut.

Menurut dia, ketika perencanaan dilakukan setelah kontrak, pekerjaan tersebut ada dua sekmen yang terdiri dari Rt 16 dan Rt 19. Namun, yang dilakukan pekerjaan terlebih dahulu ada pada Rt 16. “Setelah dilakukan ada beberapa perubahan sesuai kebutuhan lapangan di Rt 16 itu ada beberapa tembok penahan yang kita lakukan. Sehingga anggaran itu terserap ke tembom penahan cukup banyak, oleh karena itu volume pekerjaan di Rt 19 itu menjadi berkurang,” kata Welem.

Dia mengakatan, total volume pekerjaan tetap sama. Namun, anggaran tersebut yang terserap ke Rt 16 karena pekerjaan ada di dua lokasi.
“Setelah kita melakukan adendum atau rekayasa lapangan yang bisa terjawab untuk pekerjaan di Rt 19 itu hanya 300, 8 meter karena sesuai dengan kemapuan anggaran yang ada kita habiskan disitu,” ungkap Welem.

Dia menjelaskan, yang dilakukan penyesuaian anggaran – anggaran di lapangan itu sesuai kebutuhan lapangan.

“Anggaran ini menyatu bukan terpisahkan. Tapi pekerjaan ada di dua lokasi. Sehingga anggaran terserap lebih banyak pada pekerjaan yang ada di Rt 16 itu lebih dari perencanaan. Maka itu dengan sendir anggaran untuk pekerjaan di Rt 19 itu berkurang. Yang rencananya pekerjaan di Rt 19 itu 400 lebih meter menjadi berkurang hanya 300, 8 meter saja, sehingga warga berpikir bahwa dengan pengurangan panjang jalan ini ada kehilangan, tapi tidak ada kehilangan karena adendum pekerjaan dibolehkan. Jadi kita tetap berpatokan pada 400 lebih itu,” jelas Welem.

Dia menambahkan, saat ini pekerjaan di Rt 19 baru masuk pada tahap pekerjaan penebaran urugan pilihan (Urpil) sehingga ketika berbicara soal kualitas sangat sulit diuji. “Apa yang kita bisa uji sekeranang, karena pekerjaan masih pada tahan Urpil. Yang menguji pekerjaan itu adalah adalah alam karena pekerjaan ini ada masa pemeliaraan selama satu tahun,” kata Welem. (hayer/jawit)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT