oleh

Mantan Plt Dirut Bank NTT Disebut Terima Rp 1,5 M

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kuasa hukum Muhamad Ruslan, Haerudin Masarro menyebutkan mantan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank NTT, Absalom Sine menerima uang dari Stefen Sulaiman (SS) sebesar Rp1,5 Miliar.

“Berdasarkan keterangan Dewi, stafnya SS, uangnya diserahkan ke Absalom Sine dan dihitung sendiri di sebuah warung dekat Hotel Aston pada pukul 22.00 Wita,” kata Haerudin saat berikan keterangan pers kepada wartawan, Selasa, 14 Juli 2020.

Hal yang sama juga, menurut dia, telah disampaikan ke Dewi dalam pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi NTT juga telah dimasukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Atas dugaan korupsi itu, maka kami sudah melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun gugatan kami ditolak, karena hanya diberi advis,” tegasnya.

Absalon, kata dia, adalah tokoh sentral dalam kasus ini. Dia yang perintahkan kepala cabang, Leba untuk segera lakukan pencairan. “Kenapa dia belum jadi tersangka? Sudah jelas kok keterlibatan dia,” ujarnya.

Dia mengaku, ada upaya perlindungan terhadap Abselon Sine oleh pihak Kejati NTT, karena lokus kasus ini sebenarnya menjadi kewenangan Kejati Surabaya.

“Yang bawa kasus ini ke NTT istrinya Absalom, Hermina Malo, jaksa juga di Kejati NTT. Ini jelas, ada yang ingin dilindungi,” tandasnya.

Selain Absalom Sine, jelas dia, aliran dana kredit macet Bank NTT cabang Surabaya ini juga mengalir ke sejumlah pihak seperti Notaris, Maria Baroroh, dan Kantor Jasa Penilaian Publik) (KJPP).

“Notaris juga telah menerima uang ratusan juta rupiah,” tegasnya.

Karena itu, dia mempertanyakan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terhadap tujuh debitur yang meminjam uang dari Bank NTT.

“Harusnya mereka-mereka ini yang dijadikan tersangka, bukan debitur. Masa simpan dan pinjam uang di Bank NTT justru dijadikan tersangka,” tegasnya.

Dia juga membeberkan kasus kliennya Muhamad Ruslan bahwa semua proses pengajuan kredit di Bank NTT diurus oleh Stefanus Soleman, termasuk agunan. Kliennya, Muhamad Ruslan, hanya mendapatkan 20 persen.

Sementara Stefanus Soleman mengambil 80 persen.

“Bahkan, dalam proses kredit itu, semua agunan dan hak jaminan, direkayasa oleh Stefanus Soleman,” tegasnya.

Mantan Plt Dirut Bank NTT, Absalom Sine yang dihubungi media ini mengaku sedang rapat, dan meminta untuk dihubungi lagi nanti.

“Saya lagi meting, bisa sedikit lagi baru hubungi,” katanya. (*hayer/jawit)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT