oleh

Polda NTT Tindak Lanjuti Proses Laporan Terhadap Kepala BPN Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Terkait laporan polisi terhadap Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilakukan oleh Sonny Joseph Nitte ( 41 ) warga Puri Manulai Indah blok b No 1 Rt 015 / Rw 005 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Senin 6 Juli 2020 kemarin, hari ini Kamis 23 Juli 2020, Subdit II Ditreskrimum Polda NTT telah menindak lanjuti dugaan kasus tindak pidana penyalagunaan kewenangan dalam jabatan. “Hari ini dua klien kami, yaitu Sonny Joseph Nitte dan Marten Lenggu dipanggil oleh Subdit II Ditreskrimum Polda NTT untuk dimintai keterangan demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata Tim Kuasa Hukum Sonny Joseph Nitte dan Marten Lenggu, Tommy Jacob, SH, Bendri Jerry Jacob, SH, Deny Adrianus Imanuel Doroh, SH dan Alexsander Frengklin Tungga, SH kepada wartawan saat mendamping klien mereka di Polda NTT, Kamis 23 Juli 2020.

Menurut Tommy, Marten Lenggu dipanggil oleh pihak Subdit II Ditreskrimum Polda NTT sebagai saksi atas laporan Sonny Joseph Nitte terhadap Kepala BPN Kota Kupang, karena Sonny Joseph Nitte telah membeli tanah seluas 800 X 800 meter persegi dari Marten Lenggu sebagai ahli waris tanah tersebut. Namun, Marten Lenggu juga merasa dirugikan oleh pihak BPN Kota Kupang, karena telah menahan atau menghentikan proses penerbitan sertifikat Marten Lenggu tanpa berdasar aturan yang jelas. “Jadi hari ini Sonny Joseph Nitte sebagai pelapor dan Marten Lenggu sebagi saksi sudah diperiksa oleh Subdit II Ditreskrimum Polda NTT,” ungkap Tommy.

Sementara itu, Kuasa Hukum Alexsander Frengklin Tungga, SH menambahkan, ada kejanggalan administrasi yang dilakukan oleh BPN Kota Kupang, seperti lampiran administrasi pengaduan yang menjadi dasar BPN Kota Kupang untuk melakukan mediasi. Namun, dalam proses mediasi kedua yang dilakukan oleh BNP Kota Kupang dan dihadiri oleh kami sebagai kuasa hukum dalam mediasi itu oleh pihak BPN Kota Kupang tidak ditunjukan dasar lampiran administrasi pengaduan Matias Lenggu. “Yang dikatakan oleh Kepala BPN Kota Kupang pada pertemuan mediasi kedua itu adalah permohonan mediasi atau keberatan ini dilakukan oleh Matias Lenggu yang mengaku sebagai ahli waris, yang mana klien kami merasa dimanfaat oleh pihak Matias Lenggu oknum – oknum tertentu yang ada di BPN Kota Kupang. Karena surat keberatan penerbitan sertifikat oleh Matias Lenggu akhirnya pihak BPN Kota Kupang mengambil langkah untuk turun melakukan proses pengukuran. Sedangkan dalam proses pengukuran yang dilakukan oleh pihak BPN Kota Kupang bukan pemohon yang menunjukan batas, tapi klien kami Marten Lenggu yang menunjukan batas. Disini ada kejanggalan – kejanggalan hukum menurut kami yang dialami klien kami Marten Lenggu. Sehingga kami bersepakat untuk mengambil langkah hukum untuk melaporkan tindak pidana,” kata Alexsander.

Dia juga sangat berterima kasih kepada Subdit II Ditreskrimum Polda NTT yang sudah menindak lanjuti laporan kasus tindak pidana dugaan penyalagunaan kewenangan dalam jabatan oleh Kepala BPN Kota Kupan. “Kasus ini kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepoklsian untuk terus ditindak lanjuti,” ujar Alexsander. (*hayer/jawit)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT