oleh

SMPN 2 Kupang Fasilitasi HP Bagi Siswa Kurang Mampu Untuk Belajar Online

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Belajar secara online di tengah pandemi Virus Corona atau Covid – 19 yang diterapkan oleh pemerintah sangat menyulitkan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sebab, belajar secara online yang sudah diterapkan pemerintah tersebut. Namun, ada kemudahan dari pihak sekolah untuk memberi pinjaman HP Android bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Kupang Daniel Bunga mengatakan, bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di SMP Negeri 2 Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) diberi pinjam pakai HP Android milik sekolah, sehingga siswa yang dari keluarga tidak mampu dapat mengikuti belajar mengajar secara online akibat dari dampak Covid – 29.

Selain itu menurut dia, pihak sekolah juga membantu dana kepada para tenaga pengajar berupa biaya internet yang berasal dari dana bantuan operasional sekolah, agar proses KBN secara daring dapat berlangsung dengan baik. “Sebanyak 1. 232 orang siswa SMP Negeri 2 Kupang telah melaksanakan belajar mengajar yang dilakukan tidak secara tatap muka didepan kelas. Namun, dilakukan secara online,” kata Daniel kepada wartawan, Senin 20 Juli 2020.

Dia mengungkapkan, proses BKN di sekolah yang menjadi sekolah favorit warga kupang bisa berlangsung dengan baik, walaupun terdapat beberapa kendala yang harus dihadapai tenaga pengajar maupun pihak sekolah yang disebabkan oleh jaringan internet yang kurang stabil, serta adanya siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak bisa mengikuti pelajaran secara online.

“Bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki HP Android, siswa tersebut akan dipinjamkan HP Android milik sekolah untuk digunakan,” ungkap Daniel.

Sementara itu salah satu Wali Kelas VIII SMP Negeri 2 Kupang, Margareta Banu menambahkan, belajar mengajar secara online sedikit mendapat kendala karena masalah jaringan inrernet yang terkadang kurang baik. Namu, iteraktif para siswa dan bisa berlangsung baik seperti belajar secara tatap muka.

“Walau para siswa harus belajat dari rumah masing – masing, tapi para pengajar tetap diharuskan untuk ke sekolah agar mempersiapkan setiap pelajaran yang akan diajarkan kepada murid secara online,” kata Margareta.

Menurut dia juga, proses belajar mengajat secara online dirasakan cukup efektif di saat pandemi Covid – 19. Sebab, Kota Kupang masih masuk dalam zona merah.

“Kota Kupang saat ini masih zona mereh, maka itu kita sangat kuatir apabila belajar dilaksanakan secara tatap muka. Karena dapat menimbulkan claster penularan Covid – 19 di sekolah – sekolah,” jelas Margaret (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT