oleh

Pasca Tahan Kadis PU, Kejari Ngada Sebut Masih Ada Tersangka Lagi

ZonalinNews, Bajawa – Kedua tersangka diduga korupsi anggaran proyek peningkatan jalan hari ini Senin, 03/ 08/ 2020 Resmi ditahan Kejaksaan Negeri Ngada yang bertempat di Rutan Bajawa.

Dua tersangka tersebut yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ngada berinisial TS dan Kuasa Direktur PT Brand Mandiri Jaya Santosa (BMJS) berinisial RP.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bajawa menetapkan dua tersangka pada 12 Mei 2020, kasus tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan tahun 2018 Dorarapu-Dhoki Matawae di Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.

Dengan nilai kontrak Rp 3.434.567.888,30 bersumber dari anggaran APBD 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ngada, Ade Indrawan, menjelaskan bahwa hari ini Kejaksaan Neheri Ngada telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan peningkatan jalan Dorarapu – Dokimatawae kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Tahun Anggaran 2018.

Dikatakannya, proses pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka 1 berinisial TS selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngada dan juga selaku PKK dalam kegiata. Dalam kegiatan peningkatan jalan Dorarapu Dojumatawae dan Tersabgka berinisial RP selaku direktur PT. brand Mandiri Sentosa telah dilaksanakan mulau dari pukul 10.00 WITA dan selesai pukul 13.30 WITA, dimana kedua orang tersangka didampingi oleh masing – masing penasehat hukumnya.

“Hari ini kami selaku penyidik melakukan penahanan terhadap kedua orang tersangka sebagaimana tertuang dalam surat penahanan untuk tersangka RP dengan nomor Prin 02/N.3.18/FD.1/08/2020 tanggal 3 Agustus 2020 selama 20 Hari pertama dari tanggal 03/ Agustus hingga 22 Agustus 2020.
Bahwa dengan adanya surat perintah penahanan ini maka terhadap kedua tersangka akan ditahan di Rumah Tahanan Bajawa dimana sebelum masuk ke dalam Rumah Tahanan terhadap kedua tersangka
telah dilakukan prosedur kesehatan yakni dengan melakukan Rapid Tes dimana hasilnya terhadap kedua tersangka adalah Non Reaktif. Bahwa berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP dan basil temuan tim penyidik, 2 orang tersangka tersebut telah melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar kurang lebih Rp.390.000.000. Dimana hasil tersebut memiliki kemungkinan untuk bertambah berdasarkan perhitungan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Ngada mencapai nilai kurang lebih 600.000.000.

Kami juga akan mengumumkan tambahan Tersangka baru dan sekaligus dibarengi dengan Penahanan dalam waktu kurang dari 1 bulan agar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang berbarengan dengan Tersangka 1 dan Tersangka 2,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Ngada, Ade Indrawan dalam Konferensi Pers.(*Saver Mbula)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT