oleh

Dana Pribadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Flotim, Bangun Rumah Warga Miskin

Zonalinenews.Com, Larantuka- Di tengah suasana pandemic Covid-19 tentunya berdampak langsung pada berbagai sendi kehidupan. Yang paling terasa pada bidang ekonomi. 

Akan tetapi, fakta di atas tidak menjadi penghalang semangat para Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam membantu masyarakat ditengah pandemik.

Para Pengayom masyarakat ini, meggunakan dana sendiri membangun rumah warga layak huni. 

Tentu saja, apresiasi tinggi layak disematkan kepada tiga orang Anggota Babinsa Kodim 1624/Flotim serta dua orang Anggota Bhabinkamtibas Polres Flotim yang tenga melaksanakan tugas di Kecamatan Demon Pagong-Kabupaten-Flores Timur. 

Adalah Babinsa, Serda. Yohanes T Kleden,  Serda Herman Fernandez dan Serda Putu  S. Yuliadi serta Bhabinkamtibmas Bripka Antonius Kabelen dan Bripka  Aloysius  Yohanes Donbosko

Kelima abdi negara ini, secara suka rela, bahu membahu mengumpulkan sejumlah biaya bersumber dari kantong pribadi membangun rumah layak huni bagi Yoseph Toda Oyan warga dusun IV Desa Lamika-Kecamatan Demon Pagong. 

Bangunan rumah semi permanen berukuran 5 x 7 tersebut dikerjakan dalam waktu 8 hari dan telah diserah terimakan kepada Yoseph Toda Oyan Senin, 14 September 2020. 

Hadir dan menyaksikan penyerahan bangunan rumah bernuansa hijau Camat Demon Pagong Sebastianus Nanggo Nedabang, Kepala Desa Lamika Valentinus Penuli Lewar, Kepala Puskesmas Wolo Andreas Sadipun, Rohaniawan Katolik Rd. Wily, Pr, Tukang serta sejumlah warga setempat. 

Babinsa Serda.Yanto Kleden, berbicara kepada Zonalinenews.Com, mewakili kedua rekanya mengatakan kegiatan membangun rumah layak huni bagi salah seorang warga tidak mampu pada desa tersebut dengan menggunakan uang pribadi merupakan inisiatif Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Ini, inisiatif kami sendiri. Murni, biayanya dari kami berlima” terang Kleden.

Alasan dibalik perbuatan mulia ini, menurut Kleden berawal dari adanya pengawalan bantuan BST pandemi Covid-19 kepada warga tidak mampu. Pada penulusaran, mereka menemukan salah seorang warga miskin yang belum pernah  menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah. Kenapa demikian? Masih menurut Babinsa senior ini, warga tersebut belum memiliki dokumen kependudukan sehingga pemerintah desa kesulitan dalam menyalurkan berbagai bantuan. 

“Kami kan betugas mengawal penyaluran bantuan Covid-19 tapi, kami lihat ada warga desa yang sangat susah tapi tidak dapat bantuan. Dari situ kami telusuri lebih jauh kenapa demikian. Ternyata Bapak Yoseph ini,  hidup menumpang  pada keluarga dan senantiasa berpindah-pindah dari satu keluarga ke keluarga lainya setelah rumahnya terbakar habis. Mungkin karena hal ini,  bapak Yoseph enggan mengurs dokumen kependudukan KK (Kartu Keluarga maupun Kartu tanda penduduk (KTP). Kami juga sudah berkordinasi dengan Kades agar adminstrasi kependudukannya bisa diterbitkan. Ini sangat memprihatinkan makanya kami bantu.” terang Babinsa Kleden. 

Pernyataan senada juga disampaikan Anggota Bhabinkamtibmas Bripka. Aloysius Yohanes Donbosco didampingi rekan sejawat Bripka. Antonius Kabelen. 

Dalam catatan Bripka. Donbosco, pertama melihat dan mengetahui kehidupan Yoseph Oyan, timbul rasa prihatin. Bagaimana tidak, rumah yang ditempati pria  lansia hidup sebatang kara tanpa isteri dan anak ini, keadaanya sangat buruk dan tidak layak huni.  

Atap rumah yang terbuat dari seng, tampak kropos  dan berkarat dimakan usia hingga meninggalkan lubang menganga pada beberapa bagianya. di musim penghujan, sudah tentu air hujan merembes masuk ke bagian dalam rumah. Dinding rumah yang terbuat dari Keneka (bambu cincang) juga tampak tua. Bilah bambunya mulai rapuh dimakan rayap pun berlubang. Bagian dalamnya berlantaikan tanah. Jika pada malam hari, lampu minyak tanah menjadi satu-satunya penerangan. Kondisi ini, tentu menjadi semakin berat bagi kehiduoan Yoseph, yang sering sakit-sakitan hingga kemana-mana selalu ditemai tongkat, menopang tubuh rentanya. 

Keadaan ini pula, menghadirkan rasa prihatin teramat sangat dalam diri Donbosco Bhabinkamtibas pengayom masyarakat. 

“Sebagai seorang Bhabinkamtibmas, selaian menjaga ketertiban dan keamaman kami juga mempunyai keprihatianan terhadap kehidupan masyarakat  seperti bapak Yoseph ini”. 

Apa yang telah diperbuat Babinsa dan Bhabinkamtibmas selayaknya menjadi contoh dalam hidup bermasyarakat serta berinteraksi antar sesama. 

“Intinya, kepekaan terhadap sesama. Dengan begtu bisa menaikan  kualitas hidup jauh lebih baik dari waktu ke waktu,” tutup Bhabinkamtibmas Bripka. Aloysius Yohanes Donbosco berfilosofi.

Melihat rumah yang nanti ditempatinya telah menjadi baru dan layak dihuni, Yoseph Toda Oyan,  pria usur yang juga agak sulit berbahasa Indonesia ini merasa sangat senang dan gembira. Hal itu terlihat jelas dari pancaran mata dengan wajah sumringah ketika diberitahu Kepala Desa akan diwawancara wartawan di sela-sela acara serah-terima.

“Saya senang sekali. Rumah sudah baru. Terimakasih kepada Pak Tentara dan Polisi,” ucapnya terbata. 

Kendati sebentar lagi akan menempati hunian baru, akan tetapi kehidupan petani tua di usia senjanya ini, tentunya dipandang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Terdapat beberapa kekurangan. Tiada ketersediaan kursi-meja, perabotan lainnya serta penerangan PLN menjadi kebutuhan serius. 

Sementara, kebutuhan makanan sehari-hari  berupa pisang, ubi jagung dan padi pengakuan Oyan kendati sering sakit-sakitan dirinya masih sanggup bertani. 

“Biar sakit, tapi saya bisa kerja untuk makan. Saya bikin kebun. Ada ubi, pisang,” ujar Oyan.

Ditanya selain itu,  bantuan apalagi yang diharapkan bapak dari pemerintah desa? Ia mengatakan saat ini dia sangat membutuhkan sedikit uang untuk membeli keperluan lainya.

“Uang. Buat beli sabun dan minyak tanah” sebutnya sambil tersenyum dan diamini Kepala Desa Lamika yang tepat berada di sampingnya.Ia dia butuh sedikit uang”. 

Sementara Kepala Desa Lamika Valentinus Penuli Lewar, mengatakan kepedulian Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang telah ditunjukan terhadap warganya sebagai motivasi penting dalam menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai sikap mulia warisan leluhur dari nilai-nilai budaya yang mulai terkikis waktu. 

Melihat perbuatan terpuji ini, sudah sangat layak apabila Polisi dan Tentara mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

“Apa yang sudah dilakukan bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas adalah memberikan motivasi, contoh kepada masyarakat di sini. Juga bahwa sistem gotong royong dan saling bantu terhadap sesama itu benar-benar dilaksanakan.  perlu kembali dijadikan budaya”beber Kades Lewar. 

Melihat berbabagi fakta persoalan yang dialami warganya ini sebagai orang nomor satu di desa Lamika, Lewar pastikan memberikan perhatian serius terhadap keluhan Oyan.

Kami pastikan administrasi kependudukan bapak Oyan secepatnya diadakan. Dengan begitu bisa mendapatkan berbagai bantuan. Mungkin dulu ada, pulang dari perantauan rumahmya terbakar, saat itu semua dokumenya ikut terbakar. Pun soal penerangan, besok saya komunikasikan ke PLN baiknya seperti apa,” tegas Lewar. 

“Kalau bantuan BST berupa uang, nanti saya cek serta berdiskusi dengan perangkat desa. Bisa saja ada warga yang mau berbagi dengan Oyan,” tambahnya. 

Menanggapi tidak diterimanya berbagai bantuan dari pemerintah oleh Oyan termasuk KIS (Kartu Indonesia Sehat) sebagai jaminan Kesehatan yan menjadi hak warga kurang mampu, juga ditanggapi secara serius Kepala Puskesmas Wolo. 

“Saya pastikan, bapak Yoseph akan digratiskan saat berobat ke Puskesmas. Taruhanya saya sendiri, itu komitment. Dalam perjalanan, akan dikomunikasikan dengan Statistik juga Dinas Kesehatan sehingga diterbitka KIS,” sebut Kapus Sadipun singkat.

Sementara Camat Kecamatan Demon Pagong Sebastianus Nanggo Nedabang, pada kesempatan tersebut sangat terharu dengan inisiatif para Babinsa dan Bhabinkamtibmas terhadap warganya. 

“ni sebuah pembelajaran yang harus kita tiru dan panuti bersama” kata Camat. (*tim)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT