oleh

Flores Timur Berlakukan Denda 50-250 Ribu Bagi Warga Tidak Bermasker

Zonalinenews.Com, Larantuka,- Fenomena meningkatnya jumlah kasus pandemic Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Flores Timur-Provinsi Nusa Tenggara Timur mengambil langkah tegas. 

Sikap tegas dimaksud dengan menerbitkan  Peraturan Bupati  Flores Timur No. 49 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Di Kabupaten Flores Timur. 

Dalam Pasal 3 diuraikan subyek aturan dimaksud yang dipertegas pada Pasal 4 dimana wajib dan melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan meliputi perorangan dan pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum. 

Bagi subyek perorangan  meliputi pelaksanaan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

Sementara para pelaku usaha menyiapkan sarana dan prasarana 4M bagi karyawan juga para pengunjung yang datang. 

Tidak berhenti sampai di situ. Subyek pengaturan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, wajib melaksakan dan mematuhi Protokol Kesehatan bagi perorangan: menggunakan alat pelindung diri berupa Masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu saat akan bepergian (keluar rumah) atau berinteraksi dengan orang yang belum diketahui status kesehatannya, mencuci tangan secara teratur mennggunakan sabun dengan air mengalir, pembatasan interaksi fisik (physical distancing) serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum diwajibkan mensosialisasi, mengedukasi dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman  mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19, juga menyediakan sarana cuci tangan yang mudah diakses dan memenuhi standar atau penyediaan cairan pembersih tangan berupa hand  sanitizer dan melakukan upaya dan pemantauan kesehatan bagi setiap orang yang akan berkatifitas di lingkungan kerja. 

Apabila perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara; penanggungjawab tempat dan fasilitas umum melanggar maka akan dikenai sanksi  administratif  berupa denda sebesar 50 ribu rupiah bagi perorangan dan 250 ribu rupiah untuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara; penanggungjawab tempat dan fasilitas umum. 

Kendati demikian, para pelanggar peorangan dan pelaku usaha tidak serta-merta dieksekusi dengan denda adminstrasi. Akan tetapi melalui beberapa tahapan seperti teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial. Masih juga diketahui melanggar maka otomatis dikenai sanksi denda administratif sebesar 50 ribu rupiah. 

Sanksi perorangan tentu sedikit lebih ringan dibanding para pelaku usaha. Selain  diberikan teguran lisan hingga teguran tertulis, tetapi tetap melanggar maka dikenakan denda administratifnya mencapai 250 ribu rupiah. 

Bukan itu saja, bisa berimbas pada penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan ijin usaha.

Mendukung pelaksanaan penerapan sanksi Pemerintah berkoordinasi dengan Komando Distrik Militer 1624/Flotim, Polres dan Gugus Tugas.

Perihal sosialisasi pemerintah melibatkan Forkompimda 

dengan partisipasi dari masyarakat, pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta unsur masyarakat lainya.

Agar kita tidak terkena sanksi dan terpenting  bebas dari virus pandemic corona, maka dalam beraktivitas wajib menjalankan protokol kesehatan. Sehat itu mahal, mencegah lebih baik dari mengobati. Mari sayangi keluarga kita dengan cara saling mengingatkan tentang bahaya virus corona yang mengintai setiap saat. (*tim). 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT