oleh

Gunakan Helikopter Milik BNPB, Hari ini 30 Sampel SWAB dari Ngada Dikirim Ke Kupang

ZonalineNews, Bajawa – Sebanyak 30 sampel swab masyarakat Kabupaten Ngada akan dikirim ke RSUD WZ Yohanes Kupang dengan menggunakan helikopter milik BNPB.

Helikopter milik BNPB tersebut datang dari Labuan Bajo Manggarai Barat, mendarat di Lapangan Kantini Bajawa lalu langsung menuju ke Kupang. Jumad, 11 September 2020.

30 sampel swab tersebut yakni 15 berasal dari cluster cireng-Manggarai, sedangkan 15 lainnya hasil tracking terhadap pelaku perjalanan yang suspec dari zona merah.
Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada Theodosius Yosefus Nono yang dihubungi medai ini melalui pesan Whatsapp Jumat 11 September 2020 pagi.

“30 sampel swab tersebut yang dikirim ke kupang, diambil dari warga cluster cireng-Manggarai, karena ada warga yang pulang melayat dari sana. Sedangkan 15 lainnya hasil tracking terhadap pelaku perjalanan yang suspec dari zona merah, yang saat ini mereka sedang karantina terpusat di Turekisa,”ujar, Theodosius.

Dtambahkannya, sementara warga yang kontak erat dengan bakal calon bupati Kristoforus Loko belum dikirim.

“Yang kontak erat dengan pak Kristo kita belum kirim. Saat ini kami sedang tracking hasilnya nanti akan dikirim Rabu depan,”
tutur
Theodosius juga meminta masyarakat Ngada secara untuk lebih peduli dan patuh terhadap protokol kesehatan untuk memerangi Covid-19.

Ia juga mengingatkan, warga yang tidak patuh pada protokol akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Bupati Ngada Nomor 44 tahun 2020.

Perbup tersebut berisi pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Ngada.

Sesuai Perbup Ngada, warga yang mengabaikan protokol kesehatan akan diberikan sanksi berupa teguran lisan dan denda Rp 300 ribu.

Sedangkan terhadap pelaku usaha, pengelola fasilitas umum, dan penyelenggara kegiatan sosial kemasyarakatan akan dikenakan denda Rp 500 ribu.

Selain itu, mereka akan mendapatkan sanksi tambahan berupa penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan ijin usaha bila tetap mengabaikan protokoler kesehatan. (*TIM)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT